RUJUKANMEDIA.com – Upaya pencarian terhadap Muhammad Pahrudin (25), warga yang hanyut di Hulu Sungai Cikaniki, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, resmi dihentikan oleh tim gabungan.
Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna menjelaskan, pencarian dihentikan pada Senin 6 Oktober 2025 setelah tim mencari selama tujuh hari terhitung kabar hilangnya korban pada Minggu 28 September lalu.
“Pencarian dilakukan setiap hari hingga hari ketujuh. Sesuai ketentuan Basarnas, pencarian korban dilakukan maksimal tujuh hari, dan karena belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka pencarian resmi dihentikan,” ujar Ucup kepada wartawan.
Baca Juga : Sungai Cikaniki Bogor Tercemar, Penambang Ilegal Diduga Jadi Penyebab
Diketahui, Pahrudin sebelumnya dikabarkan hanyut saat hendak mencari pakan ternak. Nahas, ketika berusaha menyeberangi Sungai Cikaniki, ia terpeleset dan terseret arus deras.
Sejak saat itu, kata Ucup, pencarian dilakukan gabungan bersama Basarnas, BPBD Kabupaten Bogor, Satpol PP, Linmas, serta warga Desa Cisarua dan Bantarkaret dengan menyisir aliran sungai.
“Pencarian dilakukan tim gabungan, mulai dari penyisiran di lokasi awal kejadian hingga ke beberapa titik di aliran Sungai Cikaniki,” tuturnya.
Baca Juga : Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Aliran Sungai Cikaniki Bogor
Pencarian sempat difokuskan di tiga titik utama, yakni sekitar Curug Tikoro, kemudian dari Jembatan Leuwi Cimanganten hingga ke wilayah Bantarkaret menggunakan perahu karet, dan berakhir di Jembatan Lukut.
Meski demikian, Ucup menegaskan, pihaknya bersama warga tetap akan melakukan penyisiran secara mandiri di sekitar aliran sungai.
“Meskipun pencarian resmi dihentikan, kami tetap menyiagakan lima anggota bersama warga untuk melakukan pemantauan dan penyisiran selama 24 jam di sekitar sungai,” katanya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani mengaku mengalami kesulitan dalam proses pencarian tersebut. Selain karena medan di lokasi sungai yang cukup membahayakan, juga tak adanya saksi pada peristiwa itu.
“Katanya tidak ada saksi, masalahnya itu, lagi ngarit, lalu (katanya) kepeleset dan masuk ke sungai gitu. Terus airnya juga deras gitu. Jadi kita penyisiran juga lewat sungai dan lewat darat, dibagi beberapa tim,” jelasnya.
Puluhan petugas diterjunkan untuk melakukan pencarian terhadap korban tersebut. Terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Basarnas hingga masyarakat.(*)







