Beberapa Ikan yang Banyak Mengandung Merkuri dan Tidak Boleh di Konsumsi Untuk Menu MPASI Bayi! Simak Penjelasannya

RUJUKANMEDIA.COM – Meski ikan dikenal kaya akan protein dan omega-3 yang baik untuk perkembangan otak, beberapa jenis ikan justru berisiko mengandung merkuri tinggi atau memiliki duri halus yang berbahaya bagi si kecil.

Para orang tua perlu lebih cermat memilih jenis ikan agar nutrisi bayi tetap terpenuhi tanpa membahayakan kesehatannya

Dikutip dari berbagai sumber, inilah beberapa jenis ikan sebaiknya dihindari untuk MPASI (Makanan Pendamping ASI) karena kandungan merkuri tinggi, tulang halus berisiko tersedak, atau potensi alergi.

1. Ikan Tuna Sirip Kuning, Tuna Albacore, dan Tuna Bigeye

Kandungan merkuri tinggi, bisa mengganggu perkembangan otak bayi. Pilih alternatif seperti tuna kaleng “light” (merkuri lebih rendah) jika sesekali ingin diberikan.

2. Ikan Tongkol Besar dan Cakalang Besar

Masih satu keluarga dengan tuna, sehingga juga berisiko mengandung merkuri cukup tinggi.

3. Ikan Marlin, Hiu, dan King Mackerel (Tenggiri besar)

Termasuk ikan laut predator besar menyerap merkuri lebih banyak. Tidak aman untuk bayi dan balita.

4. Ikan Asin, Ikan Kaleng (selain khusus bayi)

Mengandung garam dan pengawet tinggi, tidak baik untuk ginjal bayi. Sebaiknya hindari sampai bayi berusia 1 tahun ke atas.

5. Ikan dengan banyak duri kecil (seperti teri utuh atau lele kecil)

Risiko tersedak jika tidak dihaluskan sempurna. Jika ingin diberikan, pastikan benar-benar dihaluskan atau disaring.

Dan inilah berbagai jenis ikan yang aman untuk MPASI yaitu:

– Salmon (kaya omega-3 dan rendah merkuri),

– Kembung,

– Tenggiri kecil,

– Patin,

– Nila,

– Lele,

– Gurame,

– Bandeng tanpa duri.

Itulah beberapa jenis ikan yang aman dan tidak aman buat dikonsumsi. Jika Kamu mengolahnya dengan benar, maka Kamu dapat memberikan MPASI yang bergizi tanpa mengorbankan kesehatan bayi. Ingat, asupan bergizi harus selalu sejalan dengan keamanan pangan bagi si kecil.

Jika Kamu Masi ragu dengan informasi diatas, Kamu bisa mencari informasi langsung ke Dokter Anak yang Kamu percaya.

 

Tinggalkan Balasan