RUJUKANMEDIA.com – Keinginan masyarakat terdampak penutupan aktivitas tambang di Kabupaten Bogor pupus setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan belum ada rencana untuk kembali mengoperasikan usaha tersebut.
Dedi Mulyadi atau KDM menjelaskan, bahwa tidak semua masyarakat di tiga kecamatan seperti Cigudeg, Rumpin dan Parungpanjang, menggantungkan hidupnya pada tambang.
Musabab, tidak sedikit juga masyarakat yang bekerja di luar sektor tersebut namun harus terganggu dan terancam keselamatannya oleh usaha tambang yang kewenangannya berada di Pemprov Jawa Barat.
“Izin lokasi (usaha) tambang itu kewenangannya di provinsi. Tapi kan sebenarnya yang disebut kerja di sektor tambang kan tidak semuanya kerja di sektor tambang. Kan ada yang berdiri di jalan saja tiap hari dapat setoran,” jelas KDM, Kamis 7 Mei 2026.
Baca Juga : Anggaran Pembebasan Lahan Disiapkan, Pemkab Bogor Tunggu Penetapan Lokasi Jalan Khusus Tambang
Namun, KDM mengapresiasi langkah dan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang menyampaikan langsung aspirasi masyarakat yang merasa terdampak tambang kepada Pemprov Jawa Barat pasca demo tambang belum lama ini.
Ia menilai, apa yang dilakukan Pemkab Bogor di bawah Bupati Rudy Susmanto sudah tepat dan sesuai tugasnya.
“pak bupati sudah melaksanakan tugasnya menyampaikan apa yang diinginkan oleh masyarakat,” kata KDM.
Bahkan, KDM menilai perjuangan Bupati bersama Wakilnya sangatlah panjang, dimana keduanya (Bupati dan Wakil Bupati) selalu berusaha menyampaikan kondisi tambang di Kabupaten Bogor kepada dirinya.
“Perjuangan Pak Bupati dan Wakil Bupati sangat panjang saya lihat. Berusaha beberapa kali bertemu saya,” tuturnya.
Baca Juga : Warga Bogor Desak KDM Buka Kembali Usaha Tambang
Namun,n lanjut KDM, ia belum bisa memenuhi pertemuan tersebut, termasuk berdiskusi langsung dengan para pengusaha tambang.
Ia menilai, langkah itu harus dilakukan berdasarkan sistem, mempertimbangkan keselamatan masyarakat dan kondisi lingkungan yang tergerus akibat aktivitas tambang.
“Nah sistemnya lagi kita kelola. Kenapa? Kan yang harus dipikirkan bukan yang hanya bekerja pada sektor tambang. Yang dipikirkan adalah jalur parung panjang,” terangnya.(*)




