RUJUKANMEDIA.com – Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi alias Jaro Ade menyebut ada sejumlah proyek strategis nasional (PSN) di wilayah Kabupaten Bogor yang terdampak dari penutupan aktivitas tambang.
Dampak tersebut tak lain karena sulitnya pasokan material untuk pembangunan.
“Di kita (Kabupaten Bogor) ada program PSN seperti Bendungan Cibeet, belum lagi pembangunan tol. Nanti BSD Bogor juga mau dilaksanakan pembangunan.
Kan semuanya juga membutuhkan material,” kata Jaro Ade kepada wartawan, Kamis 14 Mei 2026.
Baca Juga : KDM Keukeuh Tutup Tambang Bogor Meski Sudah Didemo
Sementara untuk skala daerah, ia menyebut bahwa tidak sedikit upaya Pemkab Bogor dalam membangun infrastruktur terdampak.
Hal ini menjadi masalah serius yang juga harus dipecahkan Pemkab Bogor. Musabab, semua upaya pembangunan yang dilakukan membutuhkan material dari hasil tambang itu sendiri.
“Saya perlu sampaikan tiga hal. Pertama pembangunan infrastruktur (seperti jalan) itu butuh material. Kedua infrastruktur kesehatan,
Kalau memperbaiki seluruh infrastruktur kesehatan juga perlu material. Lalu pendidikan, anak-anak kita harus sekolah, perbaikan sekolah juga perlu material. Banyak lagi, ada MBG, ada Koperasi Merah Putih juga,” tuturnya.
Baca Juga : Bupati Bogor Klarifikasi Pidato soal Tambang: Tidak Ada Niat Melawan Gubernur
Namun di sisi lain, ia mengaku percaya bahwa Pemprov Jawa Barat bersama dengan Pemkab Bogor tengah mencari solusi untuk kondisi yang saat ini sedang terjadi.
“Mohon semuanya bijak. Kuncinya sabar dulu, berikan sepenuhnya kepada pemerintah, agar pemerintah ini ada waktu untuk berbenah. Pak Gubernur ingin membangun jalan provinsi sesuai dengan kewajiban, Bunar sampai Parungpanjang ini sudah dibangun,” pungkas Jaro Ade. (*)






