RUJUKANMEDIA.com – Kabupaten Bogor dilanda teror pocong. Kali ini, peristiwa yang diduga merupakan modus tindakan kriminal itu terjadi di wilayah Cibinong.
Peristiwa itu diketahui terjadi pada Kamis 28 Mei 2026 dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.
Saat itu, warga di Kampung Pajeleran, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor mendapati teror tersebut di rumahnya.
Berdasarkan video yang beredar, teror pocong tersebut terlihat berdiri berada di rumah warga yang hendak diketuk-ketuk untuk memberikan teror.
Kanit Reskrim Polsek Cibinong, AKP Yunli Pangestu membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan, pemilik seorang anak pemilik rumah berinisal SA awalnya mendengar ada yang mengetuk pintu rumahnya dengan keras saat tengah malam.
“Saat itu anak tersebut belum tidur dan mengira bahwa yang mengetuk pintu adalah ayahnya,” kata Yunli kepada wartawan, Jumat 29 Mei 2026.
Namun ketika dicek, lanjutnya, SA kaget mendapati sosok menyerupai pocong berada di depan pintu rumahnya.
SA kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada ayahnya berinisial AR yang saat itu tengah bekerja.
Baca Juga : Pemeriksaan Internal Pemkab Bogor dan Polisi Berbeda, 13 Saksi Diperiksa dalam Dugaan Jual Beli Jabatan
Mendapati hal tersebut, AR langsung pulang untuk memastikan kondisi keluarganya.
“Anak tersebut memfoto pocong tersebut dan dikirimkan ke ayahnya, namun saat ayahnya pulang ternyata itu (pocong) sudah tidak ada,” jelasnya.
Karena hal itu, AR pun memutuskan untuk kembali ke tempat kerjanya. Akan tetapi, berdasarkan keterangan SA, teror pocong tersebut datang lagi ke rumahnya sekitar pukul 02.00 WIB.
Yunli mengaku belum mengetahui motif dari teror pocong yang mengetuk pintu rumah warga Cibinong itu.
Baca Juga : Asyik Nyabu, Oknum PPPK Paruh Waktu di Bogor Diciduk Polisi
Namun, kata dia, SA sempat mendengar beberapansuara sepeda motor di dekat rumahnya yang diduga kuat sebagai teror yang merujuk pada tindakan kriminal.
“SA sempat mendengar suara beberapa motor berhenti di sekitaran rumahnya sebelum terjadinya teror pocong,” tuturnya.
Usai peristiwa itu, polisi mengimbau kepada warga untuk tetap tenang dan melaporkan kejadian ini jika terancam.
“Kami akan lakukan penyelidikan terhadap kejadian ini,” tegas Yunli.(*)






