RUJUKANMEDIA.COM – Sayuran adalah bahan makanan yang umum dikonsumsi, bahkan dianjurkan untuk dimakan setiap hari demi kesehatan. Namun beberapa jenis sayuran di dunia ini butuh perlakuan dan penanganan khusus.
Menanam, menyiapkan, atau mengolahnya dengan tidak tepat akan berisiko untuk kesehatan. Dampaknya beragam, mulai dari yang ringan seperti mual dan muntah hingga kondisi serius penyebab kematian.
Berikut adalah beberapa jenis sayuran yang ternyata sangat berbahaya didunia
1. Singkong

Bukan rahasia lagi kalau singkong tergolong sayuran paling berbahaya di dunia. Umbi-umbian ini mengandung glikosida sianogenik yang berubah menjadi sianida saat dikonsumsi.
Mengolahnya dengan tidak tepat dapat memicu masalah pencernaan, saraf, atau pernapasan. Pakar menyebut singkong pahit lebih berpotensi menyebabkan keracunan sianida dibanding jenis singkong yang manis.
Agar terhindar dari keracunan akibat makan singkong, disarankan untuk mengupas kulit singkong dan merendam singkong 2-3 jam sebelum dimasak. Pastikan juga seluruh bagiannya matang sempurna saat singkong dimasak.
2. Kacang merah

Kacang merah adalah jenis makanan nabati yang kaya manfaat. Kacang merah tinggi kandungan protein, serat, vitamin, dan mineral. Sayangnya kacang ini juga mengandung senyawa phytohaemagglutinin.
Mengolahnya dengan tidak tepat dapat menyebabkan gejala keracunan makanan sedang hingga parah, bahkan merusak usus. Untuk mengurangi phytohaemagglutinin, kacang merah harus direndam atau direbus selama beberapa waktu. Lama waktu perebusan bergantung pada resep hidangan, biasanya minimal 30 menit.
3. Kentang

Sayuran paling berbahaya di dunia juga termasuk kentang. Hal ini karena kandungan glikoalkaloid. Beruntung umbi kentang yang merupakan bagian paling umum dari kentang untuk dikonsumsi, mengandung paling sedikit glikoalkaloid.
Jumlah glikoalkaloid bisa meningkat jika kentang terpapar cahaya banyak. Karenanya disarankan menyimpan kentang di tempat yang gelap. Hindari konsumsi kentang yang bagian kulitnya sudah berwarna hijau karena menandakan tinggi solanin.
Keracunan akibat glikoalkaloid dari kentang tak boleh disepelekan. Dampak paling ringannya kram, diare, atau muntah. Pada kasus terparah bisa memiliki efek samping neurologis.
4. Sayuran hijau

Sayuran hijau seperti selada dan bayam kerap ditarik dari pasaran karena patogen berbahaya seperti E. coli dan listeria. Jenis sayuran ini juga mungkin mengandung patogen Salmonella dan Cyclospora.
Patogen tersebut berasal dari kontaminasi tanah atau sistem irigasi saat sayuran ditanam. Penyebab lainnya bisa dari kontaminasi sampah manusia atau hewan dan bahkan dari proses panen yang kotor. Untuk menghindarinya, bayam perlu dimasak. Sedangkan selada atau sayuran berdaun lain bisa dicuci bersih dan dicampur cuka jika ingin dimakan mentah.
5. Terong

Konsumsi terong juga patut diwaspadai karena mengandung solanine. Senyawa inilah yang bisa membahayakan kesehatan, tergantung dari seberapa banyak terong dikonsumsi. Rata-rata terong ukuran sedang mengandung 11 mg solanine.
EFSA Journal menyebut asupan solanine berlebih dari terong bisa memicu keracunan makanan. Jumlahnya sekitar 17 hingga 31 buah. Dampaknya antara lain nyeri perut, muntah, dan diare. Pada kasus terparah dapat menyebabkan aritmia jantung dan bahkan kematian.
6. Tauge/toge

Sayuran paling berbahaya di dunia selanjutnya adalah tauge. Hindari mengonsumsinya dalam keadaan mentah karena mungkin mengandung patogen berbahaya seperti E. coli, listeria, dan Salmonella. Dampaknya termasuk diare dan muntah.
Lebih baik mengonsumsi tauge dalam keadaan matang. Cuci juga tauge dengan air mengalir sebelum diolah untuk meminimalisir kontaminasi patogen tersebut.
Kalian beberapa sudah tau seperti bayam yang tidak boleh salah memasaknya atau tidak bisa dihangatkan. Ada juga sayuran yang lainnya menurut kalian yang terheran heran dengan sebahaya itu sayuran yang kita konsumsi setiap hari ya.







