RUJUKANMEDIA.COM -Buah-buahan kaya akan nutrisi dan rendah kalori, sehingga baik dikonsumsi saat menjalankan diet untuk menurunkan berat badan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan setiap orang untuk makan minimal 150 gram buah per hari atau setara dengan satu buah utuh sekali makan, seperti apel dan jeruk.
Menurut Kementerian Kesehatan, konsumsi lebih dari jumlah yang dianjurkan akan membantu memelihara kesehatan organ dan melindungi tubuh dari penyakit. Buah umumnya juga tinggi serat yang mempercepat rasa kenyang, sehingga mencegah tubuh mudah merasa lapar dan membatasi asupan makanan. Kandungan serat pun membantu meningkatkan kinerja saluran pencernaan, termasuk melancarkan buang air besar.
Beberapa jenis buah sebaiknya dikonsumsi lebih sedikit saat sedang dalam program penurunan berat badan. Sebab, bukan membantu progres menurunkan berat badan, jenis buah tertentu justru dapat menggeser jarum timbangan semakin ke kanan. Lantas, apa saja buah yang sebaiknya dikurangi jika ingin menurunkan berat badan?
Jenis buah yang dihindari saat diet Dikutip dari sejumlah sumber, berikut beberapa jenis buah yang sebaiknya hanya dikonsumsi dalam jumlah sedikit saat diet:
1. Buah tinggi gula
Gula merupakan bentuk karbohidrat paling sederhana yang secara alami ada dalam banyak makanan, seperti susu, buah, dan sayuran. Dilansir dari laman Eating Well, buah mengandung beberapa jenis gula yang mana sekitar setengahnya berasal dari fruktosa.
Lantaran makanan manis yang mengandung fruktosa dikaitkan dengan penambahan berat badan, fruktosa dari buah juga dinilai bermasalah. Namun, tak perlu takut untuk menghindari buah sepenuhnya selama masa diet karena kandungan nutrisinya yang melimpah. Di sisi lain, buah-buahan dengan kandungan gula tinggi yang sebaiknya tak dimakan terlalu banyak selama menurunkan berat badan, antara lain:
– Mangga
Dikutip dari situs WebMD, mangga mengandung gula alami yang lebih banyak dari buah lainnya. Rata-rata satu buah mangga mengandung sekitar 46 gram gula, sehingga bukan pilihan terbaik jika mencoba menjaga berat badan. Namun, orang yang tengah diet masih dapat menikmati beberapa potong buah ini, kemudian menyimpan sisanya untuk dikonsumsi di lain waktu.
– Anggur
Secangkir anggur mengandung sekitar 23 gram gula. Angka ini termasuk jumlah yang banyak untuk makanan yang begitu mudah masuk ke dalam mulut. Oleh karena, konsumsi buah anggur sebaiknya dibatasi untuk melancarkan proses penurunan berat badan.
– Semangka
Buah tinggi gula selanjutnya adalah semangka, yang mengandung sekitar 17 gram gula untuk satu irisan berukuran sedang. Seperti namanya dalam bahasa Inggris, watermelon, buah ini kaya akan air dan mineral khusus yang disebut elektrolit. Mineral ini amat dibutuhkan tubuh untuk mengisi ulang cairan setelah beberapa waktu berada di bawah sinar matahari. Namun, karena tinggi gula, pastikan membatasi konsumsi hanya satu atau dua potong sehari agar diet berjalan lancar. Selain tiga buah tersebut,
Ini juga ada beberapa buah yang sebaiknya dikurangi, meliputi:
– Ceri: 18 gram gula per cangkir
– Pir: 17 gram gula per buah berukuran sedang
– Buah ara atau buah tin: 16 gram gula per buah ukuran sedang
– Pisang: 14 gram gula per buah ukuran sedang.
2. Jus buah
Jenis buah yang sebaiknya tidak terlalu banyak dikonsumsi jika ingin menurunkan berat badan berikutnya adalah jus buah. Dikutip dari Healthline, buah utuh memang rendah kalori dan sumber serat yang baik.
Namun, hal itu belum tentu berlaku untuk jus buah. Selama proses pembuatan jus, air akan diekstraksi dari buah, sehingga mengurangi serat yang bermanfaat bagi saluran pencernaan. Belum lagi, tambahan gula agar jus buah semakin manis dan enak diminum membuat olahan ini berpotensi menaikkan berat badan.
3. Buah kering
Beberapa buah kering populer akan manfaat kesehatannya, seperti plum dengan efek pencahar yang membantu mengobati sembelit. Ada juga buah kurma yang kaya antioksidan dan antiinflamasi atau anti-peradangan, dua sifat yang berguna untuk kesehatan tubuh.
Tidak hanya itu, buah-buahan kering umumnya mengandung sebagian besar vitamin, mineral, dan serat seperti pada buah utuh dalam versi air dihilangkan. Kendati demikian, minimnya air membuat buah kering lebih banyak mengandung kalori, karbohidrat, dan gula dibandingkan buah segar.
Sebagai contoh, setengah cangkir aprikot segar (78 gram) mengandung 37 kalori, sedangkan setengah cangkir aprikot kering (65 gram) mengandung 157 kalori. Beberapa jenis buah kering juga kerap dijadikan sebagai manisan dengan menambahkan gula sebagai penambah rasa manis. Tambahan gula pada manisan menyebabkan kandungan kalori dan gula dalam buah kering lebih tinggi.
Padahal, asupan kalori dan gula dalam jumlah lebih besar sebaiknya dihindari saat menurunkan berat badan. Dengan informasi diatas, kalian bisa tau mana buah yang harus dimakan ataupun yang dibatasin saat kamu menjalankan proses diet. Semoga bermanfaat ya.







