RUJUKANMEDIA.com – MS, seorang sopir truk kontainer mengalami peristiwa kecelakaan tragis saat kendaraannya terguling di Jalan Bukit Intan Golf Sentul, Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Kamis, 22 Mei 2025.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB mengakibatkan MS terjepit hingga mengalami patah tulang.
“Sopir kontainer mengalami patah tulang di tangan kanan dan luka lecet di sekujur tubuh, dan dibawa ke RSUD Cibinong,” ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ferdhyan Mulya kepada wartawan.
Ferdhyan menjelaskan, peristiwa yang dialami sopir 52 tahun itu diduga karena korban mengalami microsleep saat kendaraannya berada di jalanan menurun di kawasan tersebut.
Baca Juga : Peristiwa Maut 2 Pelajar di Jalur Tambang, Dishub : Akibat Truk Melanggar Jam Operasional
Karena kondisi itu, korban tak bisa mengendalikan kendaraannya hingga menabrak mobil yang ada di depannya sebelum akhirnya terguling.
“Diduga sopir mengalami microsleep menabrak kendaraan mobil Daihatsu Ayla bernopol F 1525 KJ yang berada di depannya,” jelas Ferdhyan.
Mobil Daihatsu Ayla yang tertabrak itu kemudian terpental ke kiri dan menabrak tembok pembatas perumahan.
Baca Juga : Lagi, Truk Tambang Kecelakaan di Parungpanjang
Sementara, truk kontainer bernopol B 9368 PEH yang dikemudikan korban terguling.
Ferdhyan menyebut bahwa truk terguling lantaran sopir berupaya untuk menghindari tabrakan tersebut.
“Pada saat yang bersamaan, kendaraan truk kontainer membanting stir ke kiri menyebabkan terguling dengan posisi ban sebelah kiri berada di atas,” bebernya.
Sementara, pada proses evakuasi korban dibantu oleh jajaran dari Damkar Kabupaten Bogor.
Baca Juga : 8 Warga Citeureup Bogor Jadi Korban Kecelakaan di Banten, Alami Luka dari Kaki hingga Kepala
Komandan Regu I Damkar Kabupaten Bogor, Arman Riyanto mengatakan bahwa sang sopir terjepit akibat kendaraan yang terguling tersebut.
“Ada salah seorang sopir yang terjepit,” ujar Arman.
Arman menemui sejumlah kendala dalam evakuasi korban berusia 52 tahun tersebut. Utamanya adalah muatan truk kontainer yang terlalu besar. Sehingga prosesnya cukup memakan waktu.
“Evakuasi dilakukan selama 2 jam, korban berhasil dievakuasi,” pungkasnya.(*)







