Jalan Alternatif di Wilayah Tambang Cigudeg-Rumpin Dimatangkan

RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, mematangkan rencana pembangunan jalan alternatif di wilayah pertambangan yakni Cigudeg-Rumpin, dengan membahas langsung bersama dengan para pengusaha di kawasan tersebut.

Pertemuan yang digelar belum lama ini, sejumlah pengusaha dikabarkan sudah siap menghibahkan lahannya untuk menyukseskan rencana tersebut.

Di antaranya perusahaan Musika, yang menyerahkan hampir satu hektare lahan di Desa Cipinang, serta Wiranto Group yang siap menghibahkan sekitar 3,5 hektare lahan untuk kepentingan jalan umum.

“Pemerintah daerah mengapresiasi para pengusaha dan masyarakat yang tetap berkomitmen mendukung kebijakan pembangunan daerah. Ini bentuk nyata kolaborasi untuk kepentingan umum,” ujar Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi.

Pria yang akrab disapa Jaro Ade ini menyebut, dukungan pengusaha pada proyek tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan kemitraan antara pemerintah daerah dan dunia usaha.

Baca Juga : Bakal Dikaji Pemerintah, Warga Terdampak Penutupan Tambang di Bogor Didata

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkab Bogor tengah menghitung kebutuhan anggaran tahun 2026 untuk melanjutkan pembangunan jalan tambang dan akses umum lainnya, guna meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat di wilayah barat Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, menyampaikan bahwa beberapa ruas jalan strategis tengah disiapkan untuk mendukung konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas masyarakat, serta mengatur jalur angkutan tambang.

“Ruas jalan yang kita bahas ini merupakan jalan desa yang sudah ada dan secara eksisting masih bisa dilebarkan. Mudah-mudahan tahun 2026 sudah bisa dianggarkan dan dibangun untuk dua segmen pertama, sedangkan segmen berikutnya diharapkan terealisasi pada 2027,” jelas Suryanto.

Ia menambahkan, tahun 2026 akan difokuskan pada proses pembebasan lahan, sementara pembangunan fisik akan dilakukan secara bertahap.

Baca Juga : Tambang Ditutup KDM, Proyek Insfratruktur di Bogor Tersendat 

Lebih lanjut, Suryanto memaparkan bahwa pada tahun 2025 terdapat 13 ruas jalan yang sedang dibangun di wilayah Bogor Barat.

Pembangunan tersebut tidak hanya untuk menunjang aktivitas masyarakat, tetapi juga untuk meningkatkan kelancaran arus logistik dan angkutan tambang agar lebih tertib dan teratur.

“Pembangunan jalan ini bukan hanya untuk kepentingan satu sektor, tapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Semua pihak, termasuk perusahaan tambang di wilayah Rumpin dan Cigudeg, diharapkan ikut berpartisipasi mendukung pembangunan infrastruktur ini,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan