RUJUKANMEDIA.COM – Dehidrasi adalah kondisi tubuh kekurangan cairan yang lebih banyak daripada yang diterima, akibatnya tubuh tidak dapat berfungsi secara normal. Gejalanya antara lain haus, mulut kering, urine berwarna gelap, kelelahan, dan pusing.
Penanganan dehidrasi ringan dapat dilakukan dengan banyak minum air putih atau makanan berair, sedangkan dehidrasi berat memerlukan penanganan medis segera, seperti pemberian infus.
Dikutip dari sumber lain, ada Ahli gizi Nina Olsen, pendiri Metabolic RDs, menjelaskan bahwa elektrolit dan sedikit karbohidrat membantu tubuh menyerap serta mempertahankan cairan lebih efektif.
“Elektrolit seperti natrium, kalium, magnesium, dan kalsium menarik air ke dalam sel dan menjaga keseimbangan cairan tubuh,” ungkapnya.
Dikutip dari berbagai sumber, inilah beberapa pilihan minuman yang bisa membantu Kamu tetap terhidrasi dengan optimal.
1. Susu
Susu mengandung elektrolit alami, mulai dari natrium, kalsium, hingga magnesium serta karbohidrat yang membantu tubuh menahan cairan lebih lama.
Penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition bahkan menyebut susu lebih menghidrasi daripada air hingga empat jam setelah dikonsumsi.
2. Air soda tanpa gula (Seltzer)
Jika ingin sensasi segar tanpa gula tambahan, air soda tanpa pemanis bisa jadi pilihan. Olsen menjelaskan, gelembung karbon dioksida tak memengaruhi kadar hidrasi, hanya menambah sensasi segar di lidah.
Namun, jika perut terasa kembung, sebaiknya batasi konsumsi dua hingga tiga kaleng per hari dan imbangi dengan air putih.
3. Teh herbal atau teh hijau
Teh herbal seperti chamomile, mint, atau rosehip bisa menjadi alternatif air putih yang menenangkan. Menariknya, teh berkafein seperti teh hijau juga tetap bisa menghidrasi tubuh, selama asupan kafein tidak berlebihan.
Sebuah studi menunjukkan teh hijau setara dengan air putih dalam memulihkan cairan tubuh setelah olahraga ringan.
4. Minuman isotonika
Minuman ini dirancang untuk menggantikan elektrolit dan cairan yang hilang saat berolahraga berat atau berkeringat di cuaca panas. Namun, perhatikan kandungan gulanya.Terlalu banyak gula justru membuat tubuh sulit menyerap cairan.
Jika ingin lebih sehat, Anda bisa membuat versi rumahan, campur dua gelas air dingin, perasan setengah lemon, satu sendok teh madu atau sirup maple, dan sejumput garam laut.
5. Air matang berkualitas
Meski sederhana, air matang tetap menjadi sumber hidrasi terbaik dan paling aman. Selain jumlahnya cukup, kualitas air juga perlu diperhatikan. kamu bisa memilih air minum kemasan yang telah melalui proses distilasi agar terhindar dari mikroorganisme berbahaya.
“Melalui teknologi multifiltrasi dan distilasi mutakhir, penting mengonsumsi air yang terbebas dari kontaminan kimia, mikroorganisme, dan zat berbahaya,” ujar Astrid Adelaide Siregar, Head of Marketing Amidis.
Astrid menjelaskan bahwa proses distilasi air dilakukan dengan memanaskan hingga 110 derajat celcius, menghasilkan uap murni yang dikondensasikan kembali menjadi air bebas kontaminan, aman untuk dikonsumsi dan menjaga kesehatan tubuh di cuaca panas.
6. Air kelapa
Air kelapa dikenal kaya akan kalium dan karbohidrat alami yang menyegarkan. Meski begitu, kandungan natriumnya rendah, sehingga kurang cocok untuk menggantikan cairan setelah olahraga berat.
Namun, air kelapa tetap ideal dikonsumsi setelah sakit atau aktivitas ringan karena dapat membantu memulihkan keseimbangan elektrolit tubuh.
7. Susu kedelai
Bagi yang menghindari produk hewani, susu kedelai bisa jadi alternatif terbaik. Menurut penelitian di Inggris, minuman ini memiliki profil elektrolit paling mirip dengan susu sapi dan sama efektifnya dalam menjaga hidrasi tubuh.
Itulah beberapa rekomendasi minuman penambah cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi selain Air mineral.







