RUJUKANMEDIA.com – Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor dievakuasi petugas, karena kerap mengganggu kenyamanan masyarakat.
ODGJ yang diketahui berinisial J itu dievakuasi oleh Ikatan Pekerja Sosial (IPS) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cibungbulang.
Berdasarkan informasi yang didapat, ODGJ berjenis kelamin pria berusia sekitar 40 tahun itu merupakan warga Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang. Ia diamankan karrna kerap mengamuk dan merusak rumah warga di lingkungan sekitar.
Ketua IPS Kecamatan Cibungbulang, Yuyun mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga terkait keberadaan ODGJ yang dinilai membahayakan lingkungan, khususnya anak-anak.
“Ada laporan dari kepala dusun terkait pasien disabilitas mental yang mengganggu lingkungan setempat dan dikhawatirkan membahayakan anak-anak,” ujar Yuyun, Minggu 17 Mei 2026.
Baca Juga : Pria Diduga ODGJ Ditemukan Meninggal di Pos Ronda Cibinong
Menindaklanjuti laporan tersebut, IPS bersama Satpol PP Kecamatan Cibungbulang langsung berkoordinasi dengan aparat lingkungan setempat untuk melakukan evakuasi.
“Kami langsung merespons laporan tersebut dan berkoordinasi terlebih dahulu dengan RT dan RW setempat. Setelah melihat kondisi di lapangan, akhirnya diputuskan untuk mengevakuasi yang bersangkutan ke RS Marzoeki Mahdi,” katanya.
Baca Juga : ODGJ di Bogor Ngamuk, Susah Dikendalikan hingga Merusak Rumah Sendiri
Yuyun menjelaskan, proses evakuasi berjalan lancar tanpa adanya perlawanan dari ODGJ tersebut. Namun demikian, pihaknya tetap melibatkan Satpol PP sebagai langkah antisipasi apabila terjadi tindakan agresif.
“Kalau ada potensi mengamuk atau bersikap arogan, kami meminta bantuan Satpol PP Kecamatan Cibungbulang. Setiap ada laporan terkait evakuasi ODGJ, kami selalu siap membantu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yuyun menyebut pria tersebut diketahui hidup seorang diri dan tidak memiliki keluarga dekat di wilayah tersebut.
“Untuk identitas lengkapnya belum ada. Informasi dari warga, yang bersangkutan tinggal sendiri dan tidak memiliki sanak saudara di sini,” tandasnya.






