RUJUKANMEDIA.com – Aksi pungutan liar (pungli) di kawasan wisata, Kabupaten Bogor seperti tak ada habisnya. Kini, tindakan ilegal tersebut terjadi di salah satu destinasi wisata di Kecamatan Sukamakmur.
Peristiwa itu terekam video hingga viral di media sosial. Diketahui, pelaku yang meminta pungutan tersebut sudah bernama Aang.
Dalam video yang beredar, Aang mengaku sebagai pemilik lahan. Sehingga setiap pengunjung wisata yang masuk wajib membayar kepada dirinya.
Kapolsek Sukamakmur, Iptu Supratman membenarkan peristiwa itu. Bahkan, kata dia, pelaku sudah diamankan.
“Kami melakukan tindakan cepat dan penertiban terkait praktik pungutan liar di lokasi wisata tersebut (pelaku sudah kami amankan),” ungkap Supratman dalam keterangannya, Kamis 2 Mei 2024.
Baca Juga : Wisata Gunung Pancar Jadi Sarang Pungli, Disbudpar Sebut Kurang Koordinasi
Dalam keterangannya, Aang diduga meminta uang kepada setiap pengunjung wisata dengan dalih itu lahan miliknya.
“Aang diduga meminta uang kepada pengunjung wisata Curug Cibaliung dan Curug Ciburial. Setiap kendaraan roda empat dikenakan biaya sebesar Rp10 ribu,” kata Supratman.
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Yudi Santosa mengaku pasca video aksi pungli itu tersebar, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan juga Polsek Sukamakmur untuk menindak tindakan tersebut.
“Iya Sukamakmur. Kami telah berkoordinasi dengan kecamatan dan Polsek Sukamakmur untuk menangani masalah ini,” kata Yudi kepada wartawan.
Baca Juga : Dugaan Pungli di Jalur Tambang Parungpanjang, Polisi : Itu di Tangerang
Dari hasil koordinasi tersebut, Aang telah dimintai keterangan. Bahkan yang bersangkutan telah membuat surat pernyataan dan video di hadapan kepolisian, serta berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya.
“Walaupun oknum tersebut mengaku bahwa lahan tersebut adalah milik keluarganya, namun hal ini tetap tidak dapat diterima. Praktik pungutan liar tetap melanggar hukum,” tegasnya.
Berdasarkan keterangannya, pelaku mengaku baru pertama kali melakukan aksi pungli di lokasi wisata tersebut.
“Di mengaku bahwa ini pertama kali ia melakukan hal ini, dan lokasinya masih di sisi jalan sebelum memasuki area wisata,” kata Yudi.(*)







