Lewat PKB, Tokoh PCNU Kabupaten Bogor Maju di Pilkada

RUJUKANMEDIA.comKontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor terus memberikan kejutan. Setelah sebelumnya Golkar melakukan safari politik ke PKB dengan menyodorkan nama Jaro Ade sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup), kini muncul nama lain, yaitu Saepudin Muhtar alias Gus Udin.

Gus Udin, yang dikenal publik saat mendampingi Bupati Ade Yasin, resmi mendaftarkan diri sebagai Bacabup dalam penjaringan yang dilaksanakan PKB.

Pria yang pernah menjadi bagian dari tim percepatan pembangunan Kabupaten Bogor itu mendaftarkan diri ke PKB pada Rabu 1 Mei 2024.

“(Kemarin) saya secara resmi mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati dari partai PKB,” kata Gus Udin kepada wartawan, Kamis 2 Mei 2024.

Baca Juga : Safari Politik Pilkada Kabupaten Bogor, Golkar Sodorkan Nama Jaro Ade ke PKB

Tokoh PCNU Kabupaten Bogor itu pun menyampaikan bahwa dirinya menjadikan PKB sebagai partai pertama untuk menjembatani dalam berkontestasi di Pilkada Kabupaten Bogor.

Dia menyebut PKB memiliki kedekatan emosional dengan latar belakang dirinya dalam berorganisasi. Gus Udin mengaku, Nahdlatul Ulama (NU) dengan PKB memiliki historis yang tidak bisa dipisahkan.

“Pertama, secara historis, saya punya kedekatan emosional dengan PKB. Tentunya, sebagai pengurus NU ketika di Malaysia juga saya bersentuhan dengan teman-teman PKB. Yang kedua, hari ini juga saya sebagai wakil ketua PCNU Kabupaten Bogor,” paparnya.

Baca Juga : Diwarning Bawaslu, KPU Tetap Izinkan 10 PPK Melanggar Daftar Jadi Petugas di Pilkada 

Gus Udin mengatakan bahwa NU dan PKB memiliki ideologi yang sama. Sehingga, dia menjadikan PKB sebagai partai pertama dalam menempuh kontestasi Pilkada.

“Tentunya, secara ideologi, NU dan PKB satu ideologi. Sehingga alasan itu lah kenapa saya pertama kali mendaftarkan di PKB, tidak di partai yang lain,” jelasnya.

Selain itu, Gus Udin menyampaikan bahwa raihan suara sebagai Calon DPD RI perwakilan Jawa Barat kemarin, menjadi tolak ukur dirinya untuk berani maju di Pilkada Kabupaten Bogor.

“Berbekal suara kemarin, 650.000 suara, secara elektoral tentunya sudah ada alat terukur sebagai tolak ukur di dalam setiap kontestasi elektoral. Makanya 650.000 saya kira ini sebagai bekal kenapa saya ikut berkontestasi di Pilkada 2024,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan