RUJUKANMEDIA.com – Dinas Perikanan dan Peternakan atau Diskanak Kabupaten Bogor mencatat sekitar 30 hewan ternak suspek wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Sub Koordinator Kesehatan masyarakat veteriner (Kesmavet) pada Diskanak Kabupaten Bogor, Hardy Hendriwan mengungkap, puluhan hewan ternak tersebut tersebar di beberapa kecamatan.
“Ini laporan, 30 an (suspek PMK) di empat tempat. Diantaranya di Cibinong dan di Caringin,” kata Hardi kepada wartawan, Rabu 22 Januari 2024.
Baca Juga : Pemkab Bogor Bergerak Cepat Antisipasi PMK, 1.425 Dosis Vaksin DIsebar Menyeluruh
Dari puluhan sapi yang suspek wabah PMK itu, kata Hardy, tak ada satu pun yang mati atau dipotong paksa.
Ia mengklaim bahwa kondisi itu bisa diantisipasi dengan penanganan yang cepat dari Diskanak Kabupaten Bogor.
“Tidak ada, jadi kita cepat menangani itu, jadi PMK itu dikhawatirkan penyebarannya sangat tinggi, tapi tingkat kematian rendah apabila cepet ditangani,” ungkapnya.
Di samping itu, Hardy mengungkap telah melakukan vaksinasi terhadap 1.425 ekor hewan ternak pada periode Desember-Januari.
Baca Juga : Cegah PMK, Jalur Masuk Hewan Ternak ke Kabupaten Bogor Diperketat
Pemberian vaksin tersebut dilakukan karena PMK sudah terdeteksi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Kami mulai melakukan antisipasi bersama dengan Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi agar PMK bisa diminimalisir. Dan pemberian vaksin ini salah satu langkahnya,” kata Hardy.
Dari kerja sama itu, lanjut Hardy, pihaknya telah menerima ribuan vaksin PMK yang saat ini mulai didistribusikan kepada para peternak yang hewan ternaknya beresiko terkena virus.
“Kami telah menerima 1.425 dosis vaksin pada tahap pertama, dan baru-baru ini mendapatkan tambahan 1.000 dosis lagi yang kini sedang diaplikasikan,” ungkapnya.(*)







