Jaga Identitas Budaya, Pedagang di CFD Tegar Beriman Kenakan Pakaian Adat Sunda

 

RUJUKANMEDIA.com – Ada pemandangan berbeda pada kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu 2 Agustus 2026.

Pada kegiatan tersebut, para pedagang di CFD mengenakan pakaian adat Sunda.

Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, langkah tersebut merupakan upaya untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menghadirkan daya tarik baru bagi masyarakat.

“Pak Bupati selalu mengingatkan bahwa identitas itu penting. Karena itu kami mengajak para pedagang mengenakan pakaian adat Sunda saat berjualan di CFD,” kata Ajat kepada wartawan.

Baca Juga : CFD Tegar Beriman Jadi Ruang Publik Favorit, Warga Nikmati Akhir Pekan Bersama Keluarga

Diketahui, dari sekitar 256 pedagang di CFD, sebagian di antaranya telah mengenakan busana khas Sunda, seperti pangsi, totopong, hingga kebaya bernuansa modern.

Ajat mengaku berbincang langsung dengan para pedagang. Dimana. Mereka tidak merasa keberatan dan nyaman saat menggunakan pakaian adat tersebut.

“Saya berbincang langsung, mereka senang dan merasa nyaman, tidak kepanasan saat menggunakannya,” terang Ajat.

Ajat menilai, suasana pasar UMKM yang dipadukan dengan nuansa budaya Sunda dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

“Kalau para pedagang tampil dengan pakaian adat, tentu akan menjadi keunikan tersendiri. Harapannya masyarakat semakin tertarik datang dan berbelanja di CFD,” jelasnya.

Baca Juga : Rudy Susmanto Jadikan CFD Tegar Beriman Motor Penggerak Ekonomi, Sosial, Hingga Perbaikan Lingkungan Yang Berdampak Bagi Masyarakat

Ke depan, Pemkab Bogor berencana menjadikan penggunaan pakaian adat sebagai kebiasaan rutin dalam pelaksanaan CFD. Namun, penerapannya dilakukan secara bertahap dengan pendekatan persuasif.

Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membantu penyediaan pakaian adat bagi pedagang agar penerapannya tidak menjadi beban.

“Kami ingin ini menjadi budaya yang baik. Tidak memaksa, tetapi akan kami fasilitasi agar ke depan para pedagang bisa tampil seragam dengan pakaian adat Sunda,” tandas Ajat. (*)

Tinggalkan Balasan