RUJUKANMEDIA.COM – Dalam masakan Indonesia, bagian dari kaki ayam atau ceker ayam merupakan salah satu bahan makanan yang banyak digemari berbagai kalangan. Selain bisa dimanfaatkan menjadi bahan kaldu yang lezat, ceker ayam rebus juga dapat memperkaya rasa pada berbagai jenis masakan.
Nah, bagi penggemar ceker ayam mungkin perlu waspada terhadap konsumsi ceker secara berlebihan. Pasalnya, ceker ayam dipercaya mengandung kolesterol tinggi sehingga dapat meningkatkan risiko tingginya kadar kolesterol dalam darah.
Di beberapa negara, ceker ayam dianggap limbah pangan yang tidak dikonsumsi untuk makanan utama. Namun di beberapa negara seperti Meksiko, Afrika Selatan, beberapa negara di Asia termasuk Indonesia ceker ayam merupakan salah satu makanan yang banyak disukai anak-anak hingga orang dewasa.
Banyak yang menganggap ceker ayam memiliki banyak manfaat bagi kesehatan terutama karena kandungan kolagennya. Ceker ayam juga mudah diolah menjadi berbagai olahan makanan lezat sehingga dapat menjadi alternatif menu harian.
Secara bentuk dan struktur, ceker ayam memang tidak memiliki kandungan daging yang banyak. Ceker ayam terdiri dari jaringan yang saling terhubung seperti kulit, tendon, tulang dan tulang rawan. Meskipun mengandung sedikit daging, namun ceker ayam mengandung nutrisi yang kaya akan vitamin dan mineral.
Kandungan nutrisi dalam 2-3 ceker ayam (100 gram) antara lain:
Kalori: 215
Protein: 21 gram
Lemak: 15 gram
Kolesterol: 84 mg
Karbohidrat: 0,2 gram
Kalsium: 7% dari nilai harian
Fosfor: 6% dari nilai harian
Vitamin A: 2% dari nilai harian
Folat (vitamin B9): 17% dari nilai harian
Sekitar 70% dari total kandungan proteinnya adalah kolagen, yaitu protein struktural yang memberikan bentuk, kekuatan, dan ketahanan pada kulit, tendon, otot, tulang, dan ligamen. Ceker ayam juga merupakan sumber folat yang baik, yang membantu sintesis DNA dan membantu mencegah kelainan kelahiran.
Pada ceker ayam, kandungan lemak sebagian besar berasal dari kulitnya yang biasanya dibuang saat dimasak. Namun seringkali ceker ayam digoreng dan dimasak dalam waktu lama menggunakan minyak dan saus yang kaya lemak sehingga menambah kadar lemak dan kolesterol dalam masakan tersebut.
Bolehkah Pengidap Kolesterol Tinggi Makan Ayam?
Boleh-boleh saja jika pengidap kolesterol tinggi ingin mengonsumsi ayam, termasuk ceker ayam. Namun Anda perlu memerhatikan pengolahan dan porsi ayam yang dikonsumsi.
Jika Anda memiliki kolesterol tinggi, sebaiknya konsultasikan ke dokter mengenai makanan apa saja yang boleh dikonsumsi terutama jenis daging-dagingan. Beberapa daging merah dan daging organ diketahui memiliki kandungan kolesterol tinggi sehingga sebaiknya dihindari atau dikonsumsi terbatas.
Jika ingin mengonsumsi ayam, sebaiknya pilih olahan yang minim kolesterol seperti daging ayam tanpa dada, atau rebusan ceker ayam namun membuat air rebusan ceker saat pertama kali untuk mengurangi kadar lemak pada ceker.
Apabila Anda ingin mengonsumsi ayam olahan, sebaiknya pilih yang tidak digoreng dengan metode deep fried karena akan menambah kandungan lemak jenuh yang memicu kolesterol tinggi.
Untuk lebih lanjut info yang anda ingin tau, bisa hubungi dokter yang kalian percaya, dengan konsultasi dengan penyakit diderita agar bisa mengkonsumsi makanan yang kalian suka.







